Minggu, 12 Februari 2012

JPSS lover

Sedikit saran buat para JPSS lover:

Heat press di katun di atas 200 drjt lebih dari 40 detik memang umumnya menyebabkan scorsing (kaos agak gosong ke kuning2an).

Utk menanggulanginya:
Pakai selalu kain teflon pada heat platten nya - bagian plat atas yg panas, atau letakan di atas kaos. Kain Teflon bisa di beli di harco glodok (Jkt) agak sedikit mahal sih.
Lapisi juga kaos katun dengan ditutupi kain lain (cari yg bahan polyester), shg panas dari heat platten nya tdk langsung menempel di katun. Tapi ini berarti harus menaikan sedikit suhu pada mesin. Misalnya dari 200 derajat menjadi 210 derajat.

Mesin china biasanya panas tdk merata. hanya bagian tengah yg panas semakin ke pinggir maka panasnya berkurang.

Utk menanggulangi:
usahakan gambar yg akan di press tidak terlalu besar dan letakan di tengah. Apabila kaos diletakan di tengah tapi rib (bagian leher kaos) mengganjal - shg menyebabkan clam plate nya tdk rata, bagian rib platenya agak terbuka (menganga) atau tidak tertekan dengan baik, maka usahakan bagian gambar tersebut di bawahnya diberikan alas yg agak tinggi (melebihi tinggi rib kaos). Paling bagus adalah dengan menggunakan karet silicon karena elastis dan tahan panas.


Hasil press JPSS retak2

utk menanggulangi:
Hotpeel adalah solusi terbaik utk JPSS
maksudnya Begitu selesai press harus langsung di kupas lapisan penutupnya (dalam keadaan panas). Dan supaya hasil gambar agak lentur, saat masih kondisi hangat (Tdk boleh dlm keadaan dingin) kaos agak di tarik2 pelan (streching) utk membuat gambar tersebut lemas dan tidak kaku. Tapi apabila sudah dalam kondisi dingin... ini malah menyebabkan retak. Karena lapisan gambar sudah kaku.



semoga bermanfaat....
mohon maestro JPSS mr Blitz koreksi kala salah. (so far ini yg gw prakekin)

Sabtu, 11 Februari 2012

MUlticolor FLex

INI pake flex beli dari bung Yofin...
(sebelum produksi, nanya dulu ke bung Yofin, flex nya bisa ditumpuk2 nggak; menurut sang Penjual: Gak Bisa! hanya bisa menumpuk sedikit, kalo banyak meleleh. Begitulah sabda sang penjual)

Oke deh.... berarti pakai triks cutting per layer per color
Proses ini hanya berlaku utk flex yg tdk bisa ditumpuk. Ada beberapa jenis flex yg bisaditumpuk2 shg desain dan cut lebih bebas sesuka hati (udh sering coba pakai flex powerdigital dan velflex).

01. Design
Pisahkan masing2 warna pada masing2 layer. eksport perwarna ke eps atau dxf atau plt -> prefer eps. INi karena menggunakan mesin cutting yg hanya menerima file vector eps, dxf atau plt.


02. CUtting
Cutting per warna. (jgn lupa cutting mirror image)


03. Peel
Cabut atau lepaskan bagian yg tdk diinginkan.


04. Letakan menghadap ke kaos & Press
Posisikan layer yg paling utama terlebih dahulu (terbesar dan melingkupi objek, dlm kasus contoh adalh yg warna hitam).
Press pada suhu dan waktu yg ditentukan -> baca instrucction manual masing2 flex. Utk flex bung YOfin di mesin saya pakai 160 derajat dan 15 detik (berhubung kasus ini adl multi layer maka dikurangi waktunya menjadi 10-12 detik krn akan beberapa kali press).



05. Peel
Cabut atau lepaskan plastik nya.


06. Posisikan second layer
LEtakan dan posisikan warna ke dua. Karena menggunakan plastik tembus pandang maa mudah dipantau langsung oleh mata (kalo mau presisi pakai registration mark).


07. Press
Press dgn suhu yg sama. Cover layer pertama (dlm kasus contoh adl yg warna hitam) dgn menggunakan plastik tahan panas. Dapat digunakan plastik baking paper nya.

08. peel
Buka baking papernya.


09. POsisikan layer ke tiga
Posisikan layer ketiga (dlm kasus ini berwarna putih).


10. Press
Press kembali dan cover bagian hitam dan merah dgn plastik tahan panas.

11. Peel
cabut baking papernya


12. Finished
SElesai sudah. Jika ada beberapa detail yg ingin timbahkan spt dlm kasus contoh adlah pd bagian mata, hidung dan tulisan) dapat di press kembali.


Tips utk menggunakan metoda multi layer, terutama apabila flex tdk bisa ditumpuk, maka pisahkan masing2 warna. Usahakan layer pertama yg paling besar dan mengcover area gambar dibuat "bleeding". Artinya lebih besar sedikit dari gbr utk menjaga ada bagian yg bolong atau tdk tertutup rapih.
Waktu press dapat dikurangi dari instruction nya misalkan harusnya 15 detik maka dapat dikurangi menjadi 10-12 detik. Hal ini karena akan diperss berulang2 shg flex tdk menjadi lumer terlalu lama di panaskan.

Transfer Paper Laser (Print & Cut)

Step 1.
Print menggunakan CLP (Colour Laser Printer Oil/non Oil). Normal jangan di mirror.


Step 2.
Trim atau potong mengikuti contour (Manual atau Vinyl Cutter).


Step 3.
Tempel Masking Film tahan panas ke atas hasil print. (Masking hanya untuk gambar yg rumit, kalo gambar seperti contoh ini TIDAK perlu MENGGUNAKAN masking film)


Step 4.
Kelupas bagian belakang kertas transfer.


Step 5.
Posisikan di atas Kaos. (Urutan sbb Kaos > Gambar > Masking Film/Kertas antistick/Teflon sheet> Heatpress)


Step 6.
Press 175 derajat celcius selama 15 -20 detik cukup. (intruksinya sih 185 derajat 25-30 detik) dengan pressure yg kuat.


Step 6,5.
Kelupas masking Film. Bila perlu Press lagi 10 detik dengan dilapisi kertas teflon.

Step 7.
Jual atau Pakai Kaos Produksi Anda.
Hasil akhir seperti Rubber/GL.

Jumat, 10 Februari 2012

Digital T-shirt: Sublimation Flock

Digital T-shirt: Sublimation Flock
Flock

Jenis Tinta:
Sublime

Jenis kertas:
Flock (kertas berserat fiber, tekstur seperti beludru)

Jenis printer:
Inkjet printer (epson)

Plotter:
Cutting plotter (kalau nggak ya gunting2 ndiri aja manual)

Proses:
1. Design.
2. Print mirror dgn tinta sublimation pada kertas hvs/inkjet
3. letakan diatas flock. Posisi gambar menghadap kerta flock
4. Press dengan mesin heatpress (200 derajat 10 detik)
5. Cutting dgn cutting plotter
6. Letakan di atas kaos. Posisi menghadap ke atas.
7. Press dgn heat press (150 derajat 10 detik).

Keuntungan:
1. Bahan bertekstur spt beludru.
2. Warna dapat million colors.
3. Bisa di atas bahan apa saja. Bahkan bisa di combine dgn flex.

Kerugian:
1. Pekerjaan dua kali transfer.
2. Modal sedikit lebih besar karena ada cutting plotter (walaupun merk cunkuo udah murah2 sekitar 3 jt an dgn ukuran potong lebar bisa 60-90 cm.

Target market:
Seperti flex, efektif utk exclusive custom t-shirt.

Digital T-shirt: Thermo Flex

Digital T-shirt: Thermo Flex
FLex

Jenis tinta:
Gak pake tinta lah yauw!

Kertas:
Thermo flex (macam2 namanya tp rata2 menggunakan kata2 Flex)
kalao pada bingung flex itu apaan: itu loh kertas cutting sticker khusus utk kaos. Kertasnya udh berwarna (solid, gold, silver, reflective, glitter, glowinthedark, dsb)


Printer:
Gak pake printer lah yauw!

Plotter:
Cutting plotter (atau kalao mau ya gunting2 sendiri atau pake cutter manual)

Proses:
1. Design
2. Sebelum cutting, mirror dulu gambarnya.
3. Cutting dgn mesin cutting sticker (yg ukuran A4 murah tuh)
4. bagian yg dicutting adalah bagian belakang kertas, bukan yg ada plastinya.
5. peal bagian2 yg gak perlu.
6. Letakan di atas kaos, posisi menghadap ke atas
7. Press dgn mesin heat press (150 derajat, 10 detik)

keuntungan:
1. warna solid atau camuflage, reflective, gold, glitter, dsb
2. Proses cepat dan gak pake ribet.
3. Bisa di kaos bahan apa saja warna apasaja.

Kerugian:
1. Hanya utk design warna solid, buka gradasi atau million colors.


Target market:
exclusice t-shirt, costum t-shirt, utk yg mengutamakan kualitas. Efektif utk kaos satuan.

Kamis, 09 Februari 2012

Digital T-shirt: Ecosolvent

Digital T-shirt: Ecosolvent
Ecosolvent

Jenis tinta:
khusus ecosolvent ink

Jenis printer:
wide format printer (Biasa buat digital printing indoor/outdoor)

Kertas:
khusus stretch ecosolvent

Proses:
1. Design
2. Print dgn tinta printer ecosolvent diatas kertas khusus.
3. Cutting dgn mesin cutting plotter
4. Letakan di atas kaos.
5. Press dgn mesin heatpress (200 derajat, 10 detik)

Keuntungan:
1. Bahan stretchable (spt karet)
2. waterproof
3. Full color
4. Bisa dibahan kain apa saja (termasuk bahan utk olahraga air)

Kerugian:
1. modal besar (mesin wide format dan cutting plotter)


target market:
Utk personal atau group yg mengutamakan kualitas baik kualitas kaos ataupun hasil print. Harga jual kaos lebih tinggi dari digital t-shirt lainnya.

Digital T-shirt: DuraCotton

Duracotton

Jenis Tinta:
Sublime

Kertas:
Khusus Duracotton

Proses:
1. Letakan kertas duracotton diatas kaos (cotton) bagian yg mengkilat menghadap ke kaos.
2. Press dgn mesin heatpress (200 derajat, 20 detik)
3. lepaskan kertas, bahan polymer akan merekat pada kaos cotton.
4. Design dan print mirror dgn tinta sublime.
Letakan gambar di atas kaos yg telah ada polymernya tadi.
5. Press dgn mesin heatpress (200 derajat, 40 detik)


Keuntungan:
1. Proses sublimasi dapat di atas kaos cotton.

Kerugian:
1. warna tidak secerah sublimasi di atas polyester.
2. Hanya bisa di atas kaos putih/terang (warna kaos terang lain bisa tapi bekas polymer akan terlihat samar2).


Target market:
untuk personal yg komplain dgn bahan kaos non cotton. Hanya saja hasil akhir masih belum bisa bagus sekali setara dgn hasil sablon manual di distro2.

Digital T-shirt: Sublimation

Digital T-shirt: Sublimation

Jenis Tinta:
Khusus sublime

Printer:
Inkjet (epson)

Kertas:
1. HVS --> boleh aja
2. Inkjet --> banyak yg pakai
3. kertas khusus sublimation --> paling bagus

Proses:
1. Design
2. Print terbalik (mirror) di kertas
3. Letakan di atas kaos (warna terang dan mengandung polyester) gambar menghadap kaos.
3. Press dgn mesin heat press (200-250 derajat, 40-50 detik)


Keuntungan:
1. Proses cepat, mudah, gak ribet
2. Warna cerah million colors.

Kerugian:
1. Hanya bisa di kaos yg mengandung polyester (PE, TC, polycotton, silk, satin). --> ini banyak yg kurang suka dgn jenis bahannya.
2. Warna akan semakin cerah jika mengandung polyester 100%. --> kaos makin panas.
3.Hanya bisa di kaos warna terang. --> tdk ada tinta warna putih.


Target market:
Efektif utk kaos rombongan (tour), even2 kantor, kelompok anak2 sekolah, dsb yg tdk mengutamakan personal touch. Biasanya market perorangan banyak yg complain mengenai kualitas bahan kaos.

Digital T-Shirt transfer paper

Digital T-shirt: Transfer Paper

Transfer paper
Jenis kertas ada dua:
1. Utk light fabrics (kaos terang/putih)
2. Dark Fabrics (kaos gelap/hitam)

Tinta:
1. Original ink (epson durabrite 's the best) --> disarankan.
2. Kalo pake infus, gunakan tinta pigmen --> gak apa2 deh
3. laserjet --> bagus juga tapi sayang toner nya mahal.
**Jangan gunakan tinta infus yg dye ink --> cepat luntur hanya warna saja yg lbh bright.

Proses:
A. Utk paper kaos putih:
1. Design
2. Print terbalik (mirror) pada kertas transfer.
3. Letakan kertas yg di print menghadap kaos.
4. Press dgn mesin heatpress (100-150 drajat, 5-10 detik)
atau menggunakan strika gosok perlahan dan merata.
5. lepaskan (kupas) lapisan penutupnya stl dingin.
B. Utk paper kaos hitam:
1. Design
2. Print (jangan di mirror)
3. Letakan di atas kaos (bagian terprint menghadap ke atas).
4. Tutup (lindungi) kertas transfer dgn kertas khusus (spt kertas minyak) -- beli selalu ada kertas ini di dalamnya--
5. Press dgn mesin heatpress (100-150 drajat, 5-10 detik)
lepaskan kertas pelindung tadi. setelah dingin.


Keuntungan pakai sistem ini:
1. kerjaan mudah. Proses cepat.
2. gambar full color as far as printer bisa ngeprint.
3. Dapat di atas kaos cotton, Polyester, polycotton, silk, kanvas, dsb.

Kerugian:
1. Diperlukan perawatan khusus utk kaos yg dicetak dgn transfer paper (cuci tdk di kucek/sikat, tdk menggunakan bleach, ttdk boleh rendam terlalu lama, jgn gunakan pengering dryer machine, sebaiknya diangin2kan saja, setrika tdk langsung kena transfer paper, jangan dipakai tidur).
2. jika menggunakan tinta infus dye ink cepat luntur.
3. seapik apapun dlm merawat kaos, transfer paper akan rusak, pecah, atau terkelupas setelah beberapakali cuci (10-20X cuci jika durawat dgn baik).

Target market:
jenis digital transfer ini sebaiknya (efektif) digunakan utk even2 tertentu yg memerlukan penanganan cepat (spt kampanye, acara tv, panitia acara live music, just for fun dsb). Bukan utk konsumen yg menginginkan kaos utk dipakai selamanya.

Bahan sablon

A. PRINTABLE HEAT TRANSFER MATERIAL / PRINTABLE FLEX

Heat transfer material adalah bahan semacam karet atau rubber yang dapat diprint dan di press di kain, kayu dan kertas. Heat transfer dibedakan berdasarkan tinta yang kita pakai, yaitu :

Heat Transfer Material For Solvent/Ecosolvent Inks, bahan ini diperuntukkan untuk printer berbasis tinta solvent atau ecosolvent seperti ROLAND, MUTOH, MIMAKI, HP, dll. Dalam pemakaiannya biasanya diperlukan mesin cutting dan masking tape untuk mengerjakan design-design yang harus dipotong sesuai polanya.
Heat Transfer Material For Sublimation inks, bahan ini diperuntukkan untuk printer atau mesin cetak berbasis tinta sublim. Untuk kertas sublim ini biasanya proses printingnya mirror dan tidak memerlukan masking tape.
Heat Transfer Material For Dye/Pigment Inks, bahan ini diperuntukkan untuk printer atau mesin cetak berbasis tinta dye atau waterbase seperti EPSON, HP, CANON, dll. Proses pengerjaannya biasanya cukup mudah, anda tinggal print dan press di atas permukaan kain. Dari semua bahan biasanya bahan jenis ini memiliki kekuatan paling lemah terhadap daya tahan cuci.
Heat Transfer Material For Toner / Laser Print, bahan ini digunakan pada mesin-mesin cetak berbasis toner seperti HP, FUJIXEROX, CANON, dll. Secara hasil cukup bagus akan tetapi harga transfer paper ini relatif mahal dibandingkan jenis heat transfer material yang lainnya.

Semua jenis heat transfer material di atas bersifat menempel di permukaan kain sehingga biasanya bisa dipakai di berbagai jenis dan warna kain.

Harga Bahan Printable Flex Berbasis Solvent OBLONG DIGITAL adalah Rp. 165.000/m lari (lebar bahan 100cm)

B. BAHAN FLOCK / BELUDRU DIGITAL

Flock adalah salah satu teknik sablon yang hasil akhirnya bersifat bludru lembut, secara manual biasanya serbuk flock disemprotkan ke lem yang sudah disablonkan diatas kaos. Untuk cara digital sablon flock menggunakan mesin cutting, jadi bahan flock sudah berbentuk lembaran dimana bahan ini terdiri dari bagian atas yg mengandung flock dan bagian bawah yang mengandung lem.

Untuk melindungi agar serbuk flocknya tidak rusak ketika disimpan dan proses penyablonan maka ada lapisan plastik bening di bagian atas (plastik bening ini sebaiknya dicabut ketika proses press selesai). Bahan flock digital sangat mudah digunakan karena anda tinggal memotongnya dengan mesin cutting ataupun manual dan kemudian mengepressnya di atas kaos, setelah dingin cabut lapisan plastik bening secara perlahan-lahan.


Untuk beludru ukuran lebar 50cm panjang sesuai permintaan..

harga per meternyanya adalah Rp. 265.000..untuk pembelian di atas 2 meter dapat diskon 65rb atau harganya jadi Rp. 200.000/m lari

Untuk glow in the dark harga per meter adalah Rp. 483.000..untuk pembelian di atas 2 meter dapat diskon 83rb atau harganya jadi Rp. 400.000/m lari


Untuk pemesanan silakan hubungi OBLONG DIGITAL

C. BAHAN FOIL DIGITAL

Bahan foil adalah bahan sablon yang hasil akhirnya bersifat mengkilap atau glossy. Biasanya berwarna khusus seperti emas, perak dan warna-warna utama. Sama seperti flock, untuk foil digital maka di bahan tersebut sudah ada lemnya sehingga kita tinggal press saja ke baju atau media yang ingin kita sablon.

Harga Foil transfer ukuran 100×145cm adalah Rp. 100.000 atau hanya Rp.6,8/cm2 atau hanya Rp. 4.080/A4….Minimal order adalah 1 meter..untuk pengambilan 5m ke atas dapat diskon sampai Rp.30.000/m2 atau dengan kata lain harga per meternya hanya Rp. 70.000.

Foil transfer RONIta mampu bertahan sampai 20 kali cuci dengan syarat jangan dikucek atau disikat ketika mencuci..setrika di baliknya..hasil sablon akan lebih awet jika ketika mencuci kaos dibalik dan menggunakan mesin cuci secara normal. Foil transfer dapat diaplikasikan ke bahan katun, PE atau campuran. Prosesnya pengepressan selama 10 detik dengan suhu 160 derajat.

PETUNJUK PEMAKAIAN BAHAN FOIL


Siapkan foil transfer dan masking sticker khusus untuk tekstil.
Tempelkan masking sticker di atas bahan foil transfer, bagi anda yang tidak memiliki alat laminasi dingin maka proses ini dapat dilakukan secara manual.
Setelah foil transfer dan masking menyatu maka bahan siap digunakan
Masukkan bahan ke mesin cutting dan cuttinglah sesuai design atau gambar anda dengan posisi terbalik atau mirror.
Seteah selesai proses cutting maka selanjutnya adalah proses pengelupasan atau pemisahan antara bagian yang tidak perlu dan yang terpakai.
Hasil bahan yang sudah tercutting dan dipisahkan dari bagian yang tidak perlu. Disini baru terlihat bentuk sticker masking, sticker ini berfungsi dua yaitu untuk mengikat design akan kita mudah menempelkan dan menahan panas ketika proses press dilakukan.
Setelah itu press foil transfer ke kaos dengan suhu 160 derajat dan waktu 15-20 detik.
Apabila hasil press sudah dingin maka cabutlah sticker masking dengan pelan2 sampai semuanya terlepas. Sticker masking jangan dibuang karena dia dapat dipakai lagi .
Jadilah produk kaos dengan sablon foil yang dilakukan dengan cara digital.

D. BAHAN FLEX

Flex adalah heat transfer material yang sudah ada warnanya, jadi tidak bisa diprint seperti bahan printable felx. Bahan ini ada yang menyebutnya sticker sablon karena mirip seperti bahan cutting sticker. Jadi proses pemakaiannya kita tinggal potong bahan (bisa manual bisa otomatis tapi sebaiknya otomatis menggunakan mesin cutting) setelah itu press di atas kain.


E. FOREVER COATING

Nama Produk : FOREVER COATING

Deskripsi : Merupakan cairan penguat untuk hasil sablon digital, cairan ini akan melapisi hasil cetakan atau sablon digital sehingga hasil sablon digital lebih awet dan memiliki daya tahan cuci yang kuat.


Cara penggunaan :

1. Siapkan forever coating dan selembar kain halus (kain halus ini bisa berupa majun atau kain katun).

2. Basahi kain tersebut dengan forever coating secukupnya.


3. Oleskan secara merata forever coating ke permukaan gambar / hasil print di atas transfer paper.

4. Tunggu sampai cairan forever coating mengering.
5. Press gambar ke atas kaos dan forever coating tidak akan membekas sama sekali di hasil sablonan.
Tips & Trik

Forever coating yang baru di oleskan akan membuat hasil print terlihat kasar atau bertekstur akan tetapi hal ini akan hilang ketika sudah di press. Untuk itu disarankan ketika melakukan pengolesan usahakan setipis dan serata mungkin.

Sablon dengan transfer paper

Cara sablon digital dengan transfer paper

Transfer paper ada dua macam yaitu :

Untuk kain warna terang atau putih
Dan untuk kain warna gelap

Tinta printer

Hasil paling bagus jika menggunakan tinta durabrite asli milik EPSON (maaf sebut merk)
Untuk tinta infus gunakan jenis tinta pigmen dan sebisa mungkin hindari yang dye ink
Dye ink tetap bisa dipakai tetapi kurang tahan lama

Urutan cara sablon kaos digital dengan transfer paper adalah

Untuk kaos warna putih

Siapkan desainnya
Printer secara terbalik atau mirror
Letakkan bagian kertas yang di print menghadap ke kaos sesuai dengan posisi yang diinginkan
Press dengan mesin heat press pada suhu 120 derajat selama 8 sd 12 detik
Jika menggunakan seterika gosok pelan-pelan dan merata
Tunggu sebentar setelah agak dingin
Lepaskkan bagian luar dari transfer paper secara perlahan

Untuk kaos warna gelap atau hitam

Siapkan desain
Print pada transfer paper tanpa miror
Lepaskan (kupas) dari pelindung transfer paper
Letakkan sesuai dengan posisi yang diinginkan
Beri pelindung dengan kertas minyak diatas transfer paper biasanya tiap beli sudah ada bawaannya
Press dengan heat press pada suhu 120 derajat selama 8 sd 12 detik
Jika menggunakan seterika gosok perlahan dengan diberi tekanan
Buka kertas pelindung dan selesai sudah

Sablon digital

Akan ada saatnya digital sablon menggantikan manual sablon. And the time is near...

Digital sablon dari kualitas lebih baik dari manual sablon. Silahkan cek di forum2 tshirt di luar negeri.
Tapi utk dalam negeri, saat ini banyak orang ogah menggunakanjdigital sablon karena:
Bahan dasar yg dipakai hanya dua pilihan (sublimation dan Transfer paper).

Sublimation dari durabilty sangat baik artinya warna tidak akan berkurang atau pudar walaupun dicuci berkali2... sepanjang umur dari kaos tersebut.
Kekurangannya adalah: hanya bisa di transfer di bahan yg mengandung polyurethan. Di sini umumnya hanya bisa dipakai pada kaos PE, TC dan satin.
Tentu aja banyak yg gak suka pake bahan ini karena panas dan tidak menyerap keringat.
Di luar negeri banyak bahan yg bagus, enak dipakai dan tidak panas (contoh merk hanes khusus sublime - dibuat dgn benag double pada bagian luar mengandung poly dan bagian dalam full cotton).
Kekurangan kedua: hanya bisa di bahan terang (putih terbaik).
Di luar negeri sudah ada tinta warna putih (opaque) yg dipakai sbg base shg bisa ditransfer di atas kain warna gelap (hitam).

Transfer paper: keuntungannya adalah bisa di atas kain apasaja (katun, kanvas, dll). Proses mudah, menggunakna tinta printer biasa. Ada dua jenis, untuk kain gelap dan terang.
Kekurangannya: umur pemakaian sangat rendah. Hanya bisa dipakai beberapa kali cuci, warna pudar, retak atau sobek.
Unu cocok nya hanya utk even2 tertentu yg hanya sekali pakai (atau beberapa kali saja).


Digital sablon yg gw pakai:
1. Bahan flex dan foil (sejenis film utk cad cut). Dapat di potong menggunakna cutting plotter.
Keuntungannya warna solid dan ada yg glitter, gold, silver, reflective, dsb.
Proses pemotongan sama spt cutting sticker. hanya saja kemudian di transfer ke kaos.
Durability nya: superb! kalos udh dipake lama banget tapi kualitas flex tetap spt baru.
2. Bahan flock, spt flex tapi saja bisa di print (sublime). Print di atas tinta sublime, ditransfer kemudian di cut.
bajan bertekstur seperti beludru.
3. Bahan ecosolvent, diprint menggunakan bahan ecosolvent (sering dipake utk digital printing large format utk outdoor dan indor). Di print kemudian press ke kaos.


Yang gue pengen banget:
Printer DTG (direct to garment) di luar harganya masih sekitar $10,000 (merk amrik). dan paling murah $3,000 ( merk cunkuo)

Motor honda APE